Semangat Kartini di MTs N 2 Pati: Dari Peragaan Busana hingga Kesetaraan dalam Lomba
Admin
4/21/20262 min read


Konten postingan










PATI – Nuansa budaya dan semangat emansipasi menyelimuti lingkungan MTs N 2 Pati pada Selasa (21/04/2026). Seluruh warga madrasah tumpah ruah memperingati Hari Kartini dengan rangkaian kegiatan yang edukatif sekaligus meriah, melibatkan seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9.
Mengenang Jasa, Meneladani Makna
Acara dimulai sejak pagi hari melalui gelaran apel yang berlangsung khidmat. Dipimpin oleh Sbastyan Putra selaku Ketua OSIM, apel ini menghadirkan Kepala Madrasah, Zaenal Arifin, sebagai pembina. Dalam amanatnya, Zaenal mengajak para siswa untuk sejenak menoleh ke belakang, mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat derajat kaum wanita demi kesejahteraan bangsa.
"Ibu Kartini adalah pelopor. Kita harus mampu meneladani kegigihan beliau dalam menuntut ilmu dan memperbaiki nasib sesama," tutur Zaenal di hadapan ratusan siswa. Beliau menekankan agar nilai-nilai keteladanan Kartini tidak hanya berhenti sebagai seremoni, tetapi meresap dalam perilaku sehari-hari para murid di sekolah.
Kemeriahan Budaya dan Adu Ketangkasan
Setelah apel usai, kemeriahan berpindah ke panggung utama dengan diselenggarakannya Fashion Show. Para siswi tampil anggun mengenakan berbagai corak busana tradisional yang memukau. Lenggak-lenggok para peserta di atas catwalk dengan busana kebaya dan wastra nusantara mendapat riuh tepuk tangan dari penonton, menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang tetap relevan bagi generasi muda.
Tak kalah seru, para siswa laki-laki juga ambil bagian melalui lomba pasang dasi. Lomba ini berlangsung kompetitif dan penuh tawa. Selain menguji ketangkasan, lomba ini membawa pesan filosofis mengenai kemandirian dan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Sudut Pandang Nilai Budaya
Waka Kesiswaan MTs N 2 Pati, Ibu Undaryati, memberikan penjelasan mengenai tujuan mendalam di balik pemilihan jenis perlombaan tahun ini. Wawancara dengan Ibu Undaryati:
"Melalui lomba-lomba ini, kami ingin menanamkan nilai budaya bahwa identitas bangsa kita sangat kuat lewat busana tradisional yang dikenakan anak-anak perempuan. Sementara untuk lomba pasang dasi bagi anak laki-laki, ini bukan sekadar ketangkasan, tapi simbol kedisiplinan dan kemandirian. Nilai budaya yang ingin kami sampaikan adalah kesetaraan; sebagaimana filosofi Kartini, bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan tampil rapi serta berbudaya," jelasnya.
Rangkaian acara ini ditutup dengan harapan agar para murid MTs N 2 Pati tidak hanya mengenal sosok Kartini lewat buku sejarah, tetapi juga mampu menghidupkan semangatnya dalam bentuk kreativitas dan sikap saling menghargai antarsesama.
